Program Australia-Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ3) terus mendukung penguatan kepemimpinan perempuan di seluruh lembaga peradilan dan keamanan Indonesia melalui serangkaian inisiatif pengembangan kapasitas yang mendorong kepemimpinan inklusif, reformasi kelembagaan, dan pengembangan profesional.
Melibatkan pimpinan, praktisi, dan aparatur sipil negara dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), berbagai inisiatif ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan kerja di mana perempuan dapat memimpin, berkontribusi, dan berkembang. Strategi ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional Pemerintah Indonesia dan komitmen Pemerintah Australia untuk memajukan kesetaraan gender melalui kemitraan institusional.
Salah satu inisiatif unggulan adalah serangkaian pelatihan bagi dosen Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan). Diselenggarakan dalam tiga gelombang di Jakarta pada bulan Juni 2026, rangkaian pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dosen Sepolwan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) ke dalam pendidikan kepolisian. Pelatihan ini juga membekali para dosen dengan pemahaman karakteristik pembelajaran generasi muda dan keterampilan untuk menerapkan teknik komunikasi inklusif dan berbicara di depan umum di ruang kelas.

Hal yang menjadi sorotan utama dari pelatihan tersebut adalah kuliah umum yang disampaikan Inspektur Judy Goldsmith dari Kepolisian Federal Australia (AFP) dan Kombes Pol Sinta, Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bareskrim Polri. Para narasumber menyoroti pengalaman perwira polisi wanita di Australia dan Indonesia, menekankan bahwa peningkatan keterwakilan perempuan harus diiringi dengan dukungan kelembagaan, pengembangan kepemimpinan, dan budaya organisasi yang inklusif.
Melengkapi kerja sama dengan Sepolwan, AIPJ3 juga mendukung program BNPT “Diskusi Gender: Membangun Lingkungan Kerja yang Inklusif”, yang merupakan program perdana di bawah Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengabdian Masyarakat KORPRI BNPT, yang diselenggarakan di Bogor pada 6 Agustus 2026.
Dengan menyadari bahwa efektivitas lembaga keamanan tidak hanya bergantung pada keunggulan operasional tetapi juga pada budaya organisasi yang sehat, dialog ini mengajak para peserta untuk merefleksikan bias tidak sadar (unconscious bias), stereotipe gender, keamanan psikologis (psychological safety), dan kepemimpinan inklusif. Program ini menekankan bahwa menciptakan kesempatan yang setara untuk perempuan akan memberi manfaat bagi lembaga secara keseluruhan, memungkinkan seluruh karyawan untuk berkontribusi secara optimal sesuai dengan kemampuan mereka.
Selain dialog, program ini memperkenalkan inisiatif mentoring terstruktur untuk staf perempuan BNPT dan memfasilitasi sesi Employee Listening dan Employee Voice Map. Sesi-sesi ini memberikan ruang aman bagi para peserta untuk mengidentifikasi hambatan institusional, budaya, maupun domestik yang memengaruhi jenjang karir perempuan, sekaligus bekerja sama merumuskan rekomendasi untuk memperkuat peluang kepemimpinan, kebijakan organisasi, dan tindakan kolaboratif.